Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

Manuskrip Voynich, Buku Paling Misterius di Dunia


Dunia tempat kita hidup ini dipenuhi oleh rahasia. Terdapat yg rahasianya dapat terungkap seiring menggunakan perkembangan saat, tetapi tidak sedikit pula yang tetap menjadi rahasia.

Galat satunya ialah Manuskrip Voynich, sebuah naskah yang sampai sekarang berasal-usul serta fungsinya belum terungkap.

Manuskrip Voynich (Voynich Manuscript) diperkirakan berasal dari abad pertengahan, tepatnya pada kisaran abad ke-15. Kitab   paling misterius pada global ini pertama kali ditemukan pada perpustakaan Yale University, Amerika perkumpulan.

Berdasarkan gosip Manuskrip Voynich ditulis rapat, namun cermat, dilengkapi banyak sekali gambaran berwarna. Mulai dari kumpulan sketsa menyerupai bunga bermahkota akbar serta sejumlah tanaman yg tidak cocok menggunakan satu pun jenis tanaman pada Bumi, sampai ilustrasi kosmologi serta astrologi.

Terdapat pula sketsa aneh menyerupai perempuan  -wanita telanjang, menggunakan perut akbar, berada pada air menyerupai peredaran sungai, yg entah apa maksudnya.

Uniknya, sampai sekarang, tidak ada satu pun yg dapat memastikan serta mengerti apa isi asal kitab   ini. Tidak ada satu pun pakar kriptologi, sejarawan, serta para ilmuwan yang mengerti huruf serta bahasa yg digunakan dalam kitab   ini. Tidak sedikit yg mengatakan bahwa kitab   ini memakai huruf serta bahasa 'alien'.

Satu-satunya petunjuk yang bisa dijadikan acuan adalah, sejarah mencatat kitab   ini pertama kali ada pada abad ke-20. Kala itu, seseorang Jesuit dari Italia diyakini memberikan naskah tadi pada Wilfrid Voynich, seseorang pedagang kitab   kuno kenamaan di daratan Eropa.

Pada berita tertulis pada catatan hariannya, Wilfrid Voynich mengungkapkan bahwa buku ini sempat dimiliki sang Kaisar Jerman Rudolph II (1576-1612), yang membelinya seharga 600 dukat emas dari peramal Inggris John Dee (1527-1608).

Namun begitu, penjelasan Wilfrid Voynich diragukan sebab tidak menyertakan bukti-bukti otentik lainnya.

Bahkan, tidak sedikit pakar yg mengatakan bahwa buku misterius itu hanyalah hoax belaka yang dibuat sendiri sang Wilfrid Voynich buat menjadi sensasi, serta dapat dijualnya balik  dengan harga tinggi.
0

Foxconn Akhirnya Akusisi Sharp


Sehabis menunda beberapa ketika, Foxconn akhirnya berhasil mengakusisi Sharp. Hal ini terlaksana selesainya ke 2 belah pihak putusan bulat menggunakan pengurangan nilai penjualan perusahaan.

Foxconn akhirnya 'hanya' diwajibkan membayar mahar sebanyak US$3,lima miliar atau setara dengan Rp46 triliun untuk mengakuisisi Sharp. Padahal, sebelumnya Sharp meminta tebusan mencapai US$6,24 miliar atau kurang lebih Rp83,7 triliun.

Patut dicatat, proses pengakusisian ini tidak dan  merta membuahkan Foxconn sebagai peimilk Sharp secara utuh. Sebab, nilai yg dibayarkan Foxconn sejatinya hanya meliputi dua/3 total saham Sharp.

Namun begitu, Foxconn permanen berhak atas seluruh saham milik 2 bank kreditur primer Sharp senilai US$1,7 miliar, atau sekitar Rp22 triliun. 

Dengan mengkakusisi Sharp, kini   Focon memiliki kesempatan yang lebih besar  buat menguasai pasar produksi layar perangkat, yg saat ini dipegang sang Samsung.

Akusisi ini jua digadang-gadang sebagai akusisi perusahaan Jepang terbesar yang dilakukan oleh perusahaan asing.
0